SURABAYA - Tinggi gelombang di perairan laut Indonesia tepatnya di Laut Jawa, kawasan bagian Selatan Samudera Hindia, diperkirakan bisa mencapai lebih dari tiga meter. Untuk itu, nelayan tradisional diminta waspada.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika Maritim Perak Surabaya, sampai saat ini gelombang air laut masih belum normal.
"Karena itu diimbau bagi nelayan tradisional untuk mewaspadainya. Selain itu, kawasan pesisir pun seperti di pesisir Pantai Utara juga masih terjadi tinggi gelombang, yang diperkirakan imbas dari gelombang air laut yang ada di tengah," ujar petugas BMG Maritim Perak Surabaya Supeno, Minggu (18/1/2009).
Diprediksi, fenomena cuaca buruk di perairan Indonesia ini akan kembali normal pada Februari 2009. Sementara itu, saat ini terjadi angin kencang.
18/01/09
Gelombang Setinggi 3 Meter di Laut Jawa Ancam Nelayan
Posted by Vian... at 06.36 0 comments
Labels: Berita Indo...
Hutan Cemara di Pantai Samas untuk 'Ngeseks'
BANTUL - Hutan cemara yang berada di kawasan Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang semula difungsikan untuk menahan abrasi pantai bahkan untuk barrier bencana alam tsunami disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, setiap hari libur hutan cemara tersebut berubah fungsinya menjadi lakosi untuk pacaran bahkan untuk memadu cinta yakni untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.
Kejadian hutan untuk kegiatan mesum tersebut bahkan sudah diketahui oleh warga yang berada di sekitar Pantai Samas, namun demikian kegiatan tersebut bagaikan rahasia umum bagi warga setempat.
"Ya memang kenyataannya seperti itu, mau di apakan lagi," ujar Tri Jarwanta (23) salah seorang warga Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta, Minggu (18/1/2009).
Menurutnya, penyelewengan perilaku pasangan yang sedang dimabuk cinta dan melakukan hubungan seks di dalam hutan cemara sudah berlangsung cukup lama. Bahkan saat hari libur seperti hari Minggu atau libur hari raya kegiatan seperti semakin banyak.
"Biasanya pasangan yang melakukan hubungan seks di tengah hutan memarkirkan sepeda motornya di Pantai Samas. Selanjutnya pasangan tersebut berjalan menyisir pantai ke arah barat dan langsung masuk ke dalam hutan," katanya.
Dia menyatakan, dahulu warga juga sempat menangkap basah pasangan yang melakukan hubungan seks di tengah hutan cemara udang, namun warga tak bisa berbuat banyak karena mereka mengaku pasrah dan melakukan hubungan badan karena suka sama suka.
"Kalau situasinya seperti pasangan tersebut mau ditindak seperti apa?" terangnya.
Jarwanta menyatakan, karena tak bisa berbuat banyak terhadap perilaku pasangan yang menyimpang tersebut warga di sekitar pantai Samas justru memanfaatkan adegan di tengah hutan cemara tersebut untuk ditonton.
"Hutan cemara sangat lebat sehingga pasangan yang sedang melakukan hubungan seks tak menyadarinya kalau sedang diintip walaupun jaraknya cuma satu meter," tandasnya.
Sadino, Ketua RT di Pantai Samas menyatakan, kegiatan pacaran hingga melakukan hubungan seks di hutan cemara pelakunya bukan orang sekitar Desa Srigading, namun berasal dari luar Kabupaten Bantul.
"Kebanyakan pasangan yang melakukan hubungan seks adalah pasangan muda-mudi yang sedang dimabuk cinta. Namun ada juga pasangan yang sudah berumur nekat melakukan hubungan badan di tengah hutan cemara," katanya.
Dia juga menyatakan pasangan yang berpacaran bukan saja wisatawan yang ada di Pantai Samas namun juga lokasi wisata pantai lain yang berdekatan dengan menara pengawas pantai.
"Disana banyak motor diparkir di pinggir jalan, namun orang yang membawa motor tersebut berada di dalam hutan cemara," terangnya.
Sadino menambahkan adanya kenyataan hutan cemara yang disalahgunakan fungsinya ini agar ada perhatian khusus bagi aparat kepolisian ataupun pemerintah Kabupaten Bantul agar tindak amoral tersebut tidak berkepanjangan.
"Pak polisi atau Pol PP dapat melakukan penertiban orang berpacaran di tengah hutan agar mereka tidak terbawa nafsu setan melakukan hubungan seks. Kan masih banyak tempat untuk pacaran selain di hutan cemara udang," pungkasnya.
Posted by Vian... at 06.35 0 comments
Labels: Berita Indo...
17/01/09
Gus Dur Sudah Lama Serukan Save Palestine
JAKARTA - Sorak-sorai Save Palestine yang didengungkan berbagai massa di Indonesia belakangan ini rupanya belum seberapa. Karena Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sendiri telah menyerukan Save Palestine sejak puluhan tahun lalu.
Hal tersebut diungkapkan putrinya Yenny Wahid, usai acara Kongkow Bareng Gus Dur di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (17/1/2009).
Yenny menceritakan, seruan Save Palestine yang sekarang ramai, sudah didahului Gus Dur. Saat kecil Gus Dur seringkali memakai kaos berwarna biru yang bertuliskan Save Palestine.
"Gus Dur itu sudah sejak puluhan tahun membela kaum Palestina," ungkap Yenny. Menurutnya Gus Dur berjuang untuk menegakkan perdamaian dengan mengkritisi sikap dua belah pihak, yakni Israel-Hamas, yang sama-sama keras.
"Gus Dur juga sering mengingatkan kaum Islam moderat yang mengatakan cinta damai, untuk melakukan perdamaian," katanya.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini secara jelas bersikap mengutuk segala kekerasan dan sesuatu yang berhubungan dengan invasi. Namun tidak ditujukkan dengan sikap provokatif.
Posted by Vian... at 07.20 0 comments
Labels: Berita Indo...
Kecewa Obama, McDonalds Daan Mogot "Disegel"

TANGERANG - Restoran cepat saji McDonalds di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang disegel puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Untuk Perdamaian Dunia (AMPERA). Penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes penyerangan Israel ke Palestina.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa poster dan spanduk bertuliskan "AS dan Israel Teroris". Tidak hanya itu, massa juga melakukan orasi bernada kecama kepada kedua negara tersebut. Mereka menganggap kedua negara itu sebagai teroris. Setelah melakukan orasi, mahasiswa langsung menyegel restoran tersebut.
Menurut koordinator aksi, Dinar, terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerikan ternyata tidak memberi harapan baru bagi masyarakat dunia.
Hal itu dilihat dari sikap diamnya melihat penyerangan Israel terhadap Palestina yang telah menewaskan ribuan warga sipil.
"Barack Obama hanya bisa diam atau tidak berkomentar serta melakukan tindakan soal penyerangan Israel, apa bedanya dengan teroris Israel," ujarnya, Sabtu (17/1/2009).
Menurutnya, keberpihakan Amerika setelah Obama memutuskan untuk mengangakat Rham Israel Emmanuel mantan tentara Israel menjadi staff gedung putih. "Ini bukti kalau AS berpihak kepada Israel untuk menyerang Palestina," tegasnya lagi.
Posted by Vian... at 07.11 0 comments
Labels: Berita Indo...
Ribuan Pelajar Gelar Aksi Kecam Israel
YOGYAKARTA - Aksi agresi pasukan Israel ke Jalur Gaza Palestina terus mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan di Indonesia. Pada hari ini ribuan pelajar di Yogyakarta mengelar aksi solidaritas atas penderitaan warga Gaza.
Pelajar yang terdiri dari tingkatan TK hingga SMA tersebut tergabung dalam kelompok Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) DI Yogyakarta menggelar aksi di depan Benteng Vredeburg. Dalam aksi damai tersebut, para pelajar melakukan long March dari halaman DPRD Provinsi DIY menuju Benteng Vredeburg melewati Jalan Malioboro, Sabtu (17/1/2009).
Secara bergantian beberapa siswa yang masih berusia belasan tahun itu, mengisi aksi dengan berorasi, membaca puisi dan membacakan surat yang ditujukan kepada presiden, erta aksi teatrikal dan senandung nasyid.
Para pelajar itu meminta kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) segera menghentikan agresi yang dilakukan pasukan Israel ke Palestina dan melindungi anak-anak yang tidak berdosa. Mereka juga mengajak kepada masyarakat luas menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu warga Palestina yang sedang kesusahan.
"Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk tidak membeli produk-produk yang membantu Israel," kata salah satu pelajar Cahyo Rino dalam orasinya.
Ikut dalam aksi tersebut, Ketua PGSIT (persatuan guru sejahtera Islam terpadu) Pusat Ahmad Agus Sofyan, Pengurus JSIT Pusat Mujidin, Ketua PGSIT DI Yogyakarta Budi Santoso, dan Ketua JSIT DI Yogyakarta Jamaludin.
Jamaludin selaku koordiator aksi mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada bangsa Palestina yang sedang tertindas. Agresi Israel yang membabi buta telah memporakporandakan Jalur Gaza dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang meninggal dunia.
Ada enam point yang disampaikan dalam aksi pelajar JSIT DI Yogyakarta. Pertama, mengutuk serangan biadab Israel. Kedua, hapus Israel dari peta dunia. Ketiga, PBB harus melindungi anak-anak yang tidak berdosa. Keempat, menyerukan kepada masyarakat luas untuk berdoa bagi kemenangan pejuang Palestina. Kelima, mengajak kepada masyarakat mengalang dana untuk membantu warga Palestina di Jalur Gaza.
"Kami juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk mencintai produk sendirin dan tidak membeli produk yang menyokong Yahudi dan Israel," katanya.
Posted by Vian... at 07.05 0 comments
Labels: Berita Indo...
